Ket :
Pencipta : Oktavia Saputri
Editor : Gabrielle L.D.T
Tokoh : Kamu dan Donghae
Hae kembali sambil membawa makanan. Hae sangat, sangat, sangat senang hati menyuapimu "sekarang kamu harus makan yang banyak ya! Aku tak ingin kamu sakit lagi" pintah Hae menyodorkan sesendok nasi ke arah mulutmu. "Aniyo oppa" kamu menggelengkan kepala. "lidah ku terasa pahit" tambhamu menolak suapan Hae. "Chagiya, kamu harus makan! paksakan saja! Habis makan kamu minum obat" terang Hae sangat lembut. Kamu menggelengkan kepalamu lagi dengan cepat. "Chagiya~" ucapmu ngotot tidak mau. Hae memasang wajah kesal "Kaja! palli, palli, palli. A~ buka mulutnya" ajak Hae. kamu menggelengkan kepalamu lagi. "Kaja! pagel nih!". Kamu tarik napas pasrah dan membuka mulutmu "Ne, oppa" ucapmu. Hae menyuapimu dengan sabar sampai makanmu habis walaupun sedikit-sedikit menyuapimu. "Nah sekali lagi. 1 sendok lagi, habis itu minum obat" kata Hae. "Oppa minum obatnya nanti sajalah! kenyang nih, nanti muntah malah kebuang semua lagi" ucapmu. "Ne" jawab Hae singkat dan datar. Hae pergi meninggalkanmu untuk menaruh dan mencuci mangkok-mangkok tadi ke dapur. Hae mencuci mangko-mangkok itu, kamu pun beranjak bangun dari kasurmu menuju ke dapur. Kamu pun berjalan sempoyongan sambil menahan pusing di kepalamu dan sakit di kakimu yang habis berlarian. "Donghae oppa! sedang apa oppa?" ucapmu lemas menuju Hae. Hae pun terkejut melihatmu yang masih lemas menghampirinya, "Omona Chagiya! kamu kenapa sudah jalan-jalan" Hae menghentikan cuci piringnya dan buru-buru menopong badanmu "mau kemana?" ucap Hae. "mau mandi" jawabmu. "mau di temenin?" ucap Hae bercanda. "hah? lebay deh oppa. gak segitunya juga kali" ucapmu menjauh dari Hae. Kamu pergi ke kamar mandi. Hae pun melanjutkan cuci piringnya. Selesai mencuci Hae membawa sekantong obat dan gelas ke ruang Tv. Hae menunggumu keluar dari kamar mandi sambil menonton Tv. Berapa menit kemudian kamu keluar dari kamar mandi. Hae langsung menuju ke arahmu dan memopong tubuhmu lagi. "oppa kenapa sih? emang aku dah tua apa segala harus di popongin mulu?" ucapmu ngambek. "Chagiya kamu kan sakit, nanti kalo kamu pingsan lagi gimana?" jawab Hae. kamu terdiam sejenak, "benar juga ya kalo aku sakit aku tidak bisa merayakan ultah namjaku" batinmu. Kemudia tersenyum "kenapa? kok senyum-senyum ?" tanya Hae. "tak apa" katamu. "Kajja minum obat" pintah Hae. Kamu mengangguk cepat. Kamu pun minum obat tanpa harus berdebat dengan Hae. "oh iya! oppa tidak pulang?" tanyamu. "tidak" jawab Hae singkat, yang sibuk merapikan obatmu. Kamu menatap Hae heran "terus oppa pergi kemana lagi?" tanyamu polos. Hae menghentikan gerakannya dan menatapmu "oppa gak kemana-mana. oppa nginap disini ya? ya biar bisa jaga kamu" jawab Hae sambil menatapmu. "Tapi oppa tidak ada kamar lagi. kalo oppa nginap sini oppa mau tidur dimana? masa di kamarku?" kamu terus mengajukan pertanyaan. "Tenang saja! oppa tidur di ruang tv juga bisa" ucap Hae tenang. "Aniya~ andwae! nanti oppa malah sakit lagi. lebih baik oppa pulang saja! besok kembali lagi" pintahmu. "Aniyo oppa mau disini saja. mau jgain kamu 24 jam" Hae membantah. "yaa!! oppa~ jangan menjaga ku 24 jam! oppa juga butuh istirahat. kalo oppa mau menginap disni oppa harus tidur yang nyenyak, gak boleh sekali-sekali terbangun cuman untuk melihat keadaanku. Arasoyo ?" bentakmu memperingati Hae. "kalo tidak oppa gak boleh nginap disini" tambahmu lagi. "Ne, algetseumnida" ucap Hae. "tidurlah oppa! sudah malam. biar aku ambilkan selimut dan bantal untukmu" ucapmu menenangkan diri, kemudian, beranjak ke kamarmu untuk mengambil dan bantal yang kamu simpan di lemari. kamu kembali ke ruang tamu "Nih oppa" kamu menyodorkan selimut dan bantal ke arah Hae. Hae beranjak bangun dan mengambil selimut dan bantal dari tanganmu. saat kamu ingin pergi berbalik arah menaruh selimut dan bantal di sofa. menarik tanganmu dan memelukmu erat-erat, kamu pun terkejut "waeyo oppa?" ucapmu tidak jelas karena terdekap pundak Hae. "cepat sembuh! jangan sakit lagi! Saranghae" Hae mengeratkan pelukannya. Kamu mengelus punggung Hae "gamsahamnida oppa. saranghae" kamu melepaskan pelukannya. kamu pergi ke kamarmu dan beranjak tidur di ikuti dengan Hae pacarmu yang tidur di sofa ruang tv.
Jam 4 pagi kamu pun terbangun dari tidurmu. kamu merasa sakit di kepalamu. kamu keluar dari kamarmu untuk mengambil obat yang ada di meja ruang tv. kamu mengambilnya pelan-pelan tak ingin membuat Hae terbangun. tiba-tiba sesuatu yang basah mengalir dari hidungmu. kamu mengeceknya dengan tanganmu, saat kamu lihat kamu terkejut membuat mata dan mulutmu membulat. kamu cepat-cepat berlari ke kamar mandi sebelum Hae melihatmu. Gemercik air dari kamar mandi membuat Hae terbangun dari tidurnya dan Hae beraanjak bangun menuju ke kamar mandi. Kamu dengan cepat menggosok hidungmu agar darahnya menghilang dari hidungmu, tetapi darah itu malah terus bercucuran. "Chagiya! sedang ap kamu?" ucap Hae setengah sadar di pintu kamar mandi. Kamu yang sibuk menghilangkan darah di hidungmu sontak kaget dan melihat Hae dari kaca. Hae berjalan ke arahmu, kamu mematikan keran dan menutup hidungmu dengan tanganmu. "Kenapa Chagiya ? kok jam segini sudah bangun ? terus kenapa hidungmu di tutupin ?" tanya Hae yang mulai khawatir. Kamu menggeleng. "A~! aniyo oppa gwaenchana. oppa terbangun gara-gara aku ya ?" ucapmu smabil menutup hidungmu. "ya, kirain oppa ada orang lain yang masuk" jawab Hae. "Oh~! Darah ? itu darah siapa ?" tanya Hae kaget smabil nunjuk-nunjuk ke tempat cuci tangan. Kamu ikut-ikutan menatap tempat cuci tangan, dengan wajah panik Hae tau kalo itu darah dari hidungmu. "Chagiya" ucap Hae serius. Kamu mengalihkan pandanganmu ke Hae. Kamu menaiki alismu "lepaskan tanganmu!" pintah Hae berusaha tenang, kamu menggeleng. "LEPASKAN TANGANMU!!!!!" Hae mulai berteriak membentakmu. kamu tetap tidak mau menuruti Hae. Kamu ingin berlari keluar kamar mandi, tapi Hae dengan cepat mencegahmu dan menangkap tanganmu. "LEPASKAN TANGANMU!! LEPASKAN TANGANMU !!" Hae sekuat tenaga ingin memindahkan tanganmu. Akhirnya Hae pun berhasil, Hae menggenggam kedua pergelangan tanganmu dengan kuat. Saat Hae melihat hidungmu yang penuh dengan darah Hae sangat, sangat, sangat khawatir dan terkejut. Kamu terus berontak ingin melepaskan genggaman tangan Hae. "Oppa lepaskan! Oppa~ lepaskan! Aku tidak apa-apa kok. lepaskan oppa, kan sudah ku bilang jangan bangun hanya untuk melihat kondisiku. Oppa lanjutkan tidurmu. Hal ini biar aku yang ngurus sendiri" kamu mengelak dan mengoceh ke Hae. "DIAAAAMMM!!!" bentak Hae membuatmu berhenti. Hae menarik napas, kemudian mengambil handuk kecil di lemri yang ada di kamar mandi, membasahi handuk itu dan mengelapnya ke hidungmu dengan pelan-pelan. "Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu? mana mungkin seorang pacar membiarkan pacarnya senderi menderita kesakitan apalagi sedang di dekatnya. untung aku disini, kalo tidak saat kamu pingsan tak ada 1 orang pun yang membantumu" kata Hae. Kamu menangis "Mianhae oppa ... Mianhae .. geurigo ... gamsahamnida" ucapmu terputus-putus sambil menunduk ke bawah. Hae memelukmu dan mengelus punggungmu dengan rasa kasih sayang.
~~~~~~~~~~~~~~~Bersambung~~~~~~~~~~~~~~~
Tunggu yang Part 3 ^^
NB: Suka ??? silakan kasih komentarmu , gomawo ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar